Artha Sekuritas: IHSG Hari Ini Menguat Terbatas

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2020 08:56 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup Menguat. IHSG ditutup di level 5,311.97 (+0.02%), penguatan didorong oleh sektor Agri (+3.37%) dan Infrastructure (+1.03%).

IHSG ditutup menguat meskipun pergerakan cukup terbatas setelah data manufacturing dirilis diatas ekspektasi. Di sisi lain, data perekonomian Australia cukup mengkhawatirkan dan berpotensi mengalami resesi.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 29,100.50 (+1.59%), NASDAQ ditutup 12,056.44 (+0.98%), S&P 500 ditutup 3,580.84 (+1.54%).

Bursa saham US ditutup menguat meskipun beberapa saham dengan market cap besar menurun seperti Apple dan Tesla. Investor diprediksi untuk wait and see menanti data klaim pengangguran yang akan dirilis pada hari ini.

Ekspektasi dari analyst adalah mencapai 950,000 lebih kecil dari minggu sebelumnya yang mencapai level 1 juta. Bursa Asia dibuka menguat setelah Wall Street melanjutkan penguatan. Belum ada katalis ekonomi yang kuat untung mendorong index lebih lanjut. Investor akan terus memonitor perkembangan politik di Jepang.

IHSG diprediksi menguat terbatas. Secara teknikal candlestick membentuk doji setelah membentuk formasi bullish harami pada hari sebelumnya mengindikasikan masih ada potensi penguatan meskipun pergerakan terbatas. Investor akan mengantisipasi beberapa data perekonomian dari global serta mencermati peningkatan kasus baru COVID-19 dari dalam negeri yang naik cukup signifikan.

Resistance 2 : 5,356
Resistance 1 : 5,334
Support 1 : 5,292
Support 2 : 5,272



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)