Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah Dibayangi Kasus COVID-19

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 07 Sep 2020 08:40 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG pekan lalu ditutup di level 5.239,85 (-0,78%). Pelemahan didorong oleh sektor industri dasar (-1,84%) dan aneka industri (-1,67%).

Pelemahan didorong pelemahan bursa Amerika Serikat (AS) yang cukup signifikan meskipun data pengangguran cukup baik. Dari dalam negeri kasus harian COVID-19 semakin mengkhawatirkan dan menjadi perhatian investor.

Bursa AS ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 28,133.31 (-0.56%), NASDAQ ditutup 11,313.13 (-1.27%), S&P 500 ditutup 3,426.96 (-0.81%). Bursa saham AS ditutup melemah pada hari Jumat pekan lalu.

Penurunan tersebut didorong oleh profit taking yang dilakukan oleh investor setelah beberapa saat indeks saham terus menguat. Tren masih dianggap menguat karena dukungan likuiditas dari The Fed dan juga premium risiko dari ekuitas yang cukup menarik.

Data ekonomi AS masih membaik, di mana jumlah pengangguran menurun menjadi 8,4% dari 10,2% pada bulan Juli.

Bursa Asia dibuka melemah setelah tensi dagang antara AS-China makin memanas di mana AS berencana melarang ekspor semikonduktor. China akan fokus membangun pabrik semikonduktor sendiri.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.144-5.328. Investor masih akan mencermati peningkatan kasus baru COVID-19 dari dalam negeri yang naik cukup signifikan.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)