Artha Sekuritas: IHSG Melemah Dipicu Dampak Pengesahan Omnibus Law

Artha Sekuritas - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 08:52 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

IHSG ditutup Menguat. IHSG ditutup di level 4,999.22 (+0.82%), penguatan didorong oleh sektor Finance (+2.08%) dan Misc-Ind (+1.25%). IHSG ditutup menguat didorong oleh optimisme pemulihan kondisi presiden AS Donald Trump. Dari dalam negeri pengesahan RUU Omnibus Law diharapkan dapat membangkitkan perekonomian.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 27,772.76 (-1.34%), NASDAQ ditutup 11,154.60 (-1.57%), S&P 500 ditutup 3,360.95 (-1.40%). Bursa saham US ditutup melemah setelah Trump memberikan instruksi untuk menghentikan negosiasi untuk dana stimulus covid-19 sebesar US$2.4 tn dengan tuduhan dana tersebut untuk membebaskan kriminal yang terkait dengan demokrat. Selain itu Trump mengatakan akan memberikan stimulus yang cukup besar apabila terpilih menjadi presiden lagi. Hal ini dinilai investor bertentangan dengan The Fed yang mengatakan bahwa ekonomi US membutuhkan stimulus untuk bertahan. Bursa saham di Asia dibuka melemah seluruhnya setelah respon dari Presiden Trump tersebut.

IHSG diprediksi Melemah

Resistance 2 : 5,035

Resistance 1 : 5,017

Support 1 : 4,986

Support 2 : 4,973

IHSG diprediksi Melemah. Secara teknikal rentang penguatan sudah terbatas. Investor kecewa dengan perintah Presiden Trump untuk membatalkan negosiasi stimulus. Dari dalam negeri investor menanti rilis data Cadangan Devisa Indonesia. Pergerakan masih akan dibayangi kecemasan terkait tingginya kasus covid-19 secara harian dari dalam negeri serta kondisi politik dampak dari disahkan omnibus law.



Simak Video "Inggris Akan Infeksikan Corona ke 90 Relawan Muda, WHO Beri Pesan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)