Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Menguat

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 08:49 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat. IHSG ditutup di level 5.004,32 (+0,10%). Penguatan didorong oleh sektor konsumsi (+0,63%) dan manufaktur (+0,48%).

IHSG ditutup menguat meskipun dibayangi banyak sentimen negatif seperti keputusan Presiden AS Donald Trump menghentikan negosiasi stimulus serta data cadangan devisa Indonesia yang turunke level US$ 135,2 miliar.

Bursa AS ditutup menguat. Dow Jones ditutup 28,303.46 (+1.91%), NASDAQ ditutup 11,364.60 (+1.88%), S&P 500 ditutup 3,419.45 (+1.74%).

Bursa saham AS ditutup menguat seiring dengan kicauan Trump di Twitter yang menyatakan bahwa beliau ingin memberikan dukungan bantuan dan stimulus lainya dengan jumlah yang lebih kecil daripada yang telah dibicarakan oleh Nancy Pelosi dengan Mnuchin.

Hal tersebut meskipun masih belum pasti, telah memberikan investor kepercayaan diri. Namun beberapa investor masih terus memonitor pergerakan kondisi medis, ekonomi dan politik di US. Bursa Asia dibuka menguat seiring dengan laporan keuangan kuartal III-2020 dirilis.

IHSG diprediksi menguat di kisaran 4.941-5.045. Optimisme datang setelah Trump berkata akan memberikan bantuan stimulus lain meskipun dengan nilai yang lebih rendah. Dari dalam negeri masih ada tekanan terkait kondisi politik akibat disahkan RUU Omnibus Law dan masih tingginya kasus harian COVID-19.

(ara/ara)