Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Menguat Didorong Sentimen Pilpres AS

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 08:46 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin sore ditutup di level 5.260,33 (+3,04%). Pergerakan didorong oleh sektor infrastruktur (+4,67%) dan keuangan (+4,31%).

IHSG ditutup menguat meskipun resmi mengalami resesi. Meskipun begitu terlihat ada perbaikan ekonomi pada kuartal III-2020. Sentimen positif datang dari optimisme hasil pemilu AS atas keunggulan Joe Biden.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 28.390,18 (+1,95%), NASDAQ ditutup 11.890,93 (+2,59%), S&P 500 ditutup 3.510,45 (+1,95%).

Bursa saham AS masih terus menguat setelah pemilu menunjukkan bahwa Joe Biden unggul dan beberapa negara bagian yang memiliki kursi senat cukup banyak mulai disusul oleh supporter Joe Biden.

Investor tetap was-was karena dengan senat yang dikuasai oleh demokrat, maka pajak akan lebih tinggi dan dapat menekan pertumbuhan EPS perusahaan di AS. Artinya investor ingin Joe Biden menjadi presiden tetapi Republikan di senat.

Selain itu Republikan meminta untuk menghitung ulang voting yang di Wisconsin. Bursa Asia dibuka menguat, investor masih fokus pada pemilu di AS. Investor juga akan memonitor keputusan suku bunga dari Reserve Bank of Australia yang diprediksi tidak berubah.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 5.128-5.326. Pergerakan masih didorong sentimen pemilu di AS di mana hasil perhitungan suara menunjukkan keunggulan Joe Biden.

Pergerakan dipengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga. Perlu diwaspadai kenaikan IHSG kemarin sangat signifikan sehingga rentan mengalami koreksi.

(ara/ara)