Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 21 Des 2020 08:54 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu ditutup melemah. IHSG ditutup di level 6.113,38 (-0,08%).

Pergerakan didorong oleh sektor keuangan(-1,08%)dan industri dasar (-0,86%).IHSG ditutup melemah diakibatkan aksi profit taking.

Meskipun kesepakatan sentimen sudah di depan mata. Namun pergerakan cenderung terbatas dikarenakan ada kekhawatiran lonjakan kasus COVID-19.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 30.179,05 (+0,49%), NASDAQ ditutup 12.755,64 (-0,07%), S&P 500 ditutup 3.709,41 (-0,35%).

Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Jumat lalu karena buruknya data pengangguran dan meningkatnya kasus COVID-19 di AS. Namun, pada hari Minggu, Kongres AS setuju untuk memberikan US$ 900 miliar dana stimulus untuk membantu perekonomian dari dampak COVID-19.

Selain itu vaksin COVID-19 dari Moderna batch pertama sudah terkirim, dan pemerintah AS akan segera menggunakan vaksin dari Pfizer dan BioNtech untuk distribusi ke pekerja kesehatan garis depan.

Namun sentimen atas pandemi akan masih dibebani setelah pemerintah UK mengumumkan adanya jenis virus COVID-19 baru yang menyebar jauh lebih cepat. Bursa saham Asia dibuka melemah meskipun stimulus US telah disetujui.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 6.082-6.163. Secara teknikal pergerakan saat ini masih berada dalam bullish channel.

Namun diperkirakan masih ada koreksi jangka pendek. Pergerakan dibayangi, adanya kekhawatiran dari lonjakan kasus COVID-19. Selain itu, ada berita mengabarkan jenis virus baru di UK.

(ara/ara)