Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah DIbayangi Kasus COVID-19

Artha Sekuritas - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 08:53 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah. IHSG ditutup di level 6.023,29 (-2,31%).

Pergerakan didorong oleh sektor infrastruktur (-3,84%)dan pertambangan (-3,39%).Pergerakan dibayangi oleh kekhawatiran akan mutasi virus baru serta lonjakan kasus COVID-19 di berbagai negara. Sentimen reshuffle menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat tidak mampu menopang pasar saham.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 30.015,51 (-0,67%), NASDAQ ditutup 12.807,92 (+0,51%), S&P 500 ditutup 3.687,26 (-0,21%).

Bursa saham AS ditutup bercampur dan cenderung melemah. Investor terlihat mulai taking profit setelah antisipasi atas keputusan dari pemerintah AS untuk memberikan dana bantuan COVID-19 disetujui. Hal ini menunjukkan bahwa investor sudah memperhitungkan dampak dari bantuan COVID-19 ini bahkan sebelum disetujui oleh kongres di US.

Di samping itu Trump masih mengatakan bahwa bantuan COVID-19 sebesar US$ 600 dari pemerintah masih terlalu rendah, dan seharusnya berada di level US$ 2.000. Bursa Asia dibuka menguat meskipun rapat Bank of Japan menyatakan kecemasan terhadap dampak COVID-19 yang dapat mengakibatkan deflasi berkelanjutan.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 6.083-6.235. Secara teknikal candlestick membentuk long black body mengindikasikan potensi pelemahan yang cukup besar.

Investor masih cukup khawatir akan semakin banyaknya kasus COVID-19 di berbagai negara. Termasuk dari dalam negeri. Selain itu, pergerakan akan minim sentiment data perekonomian jelang libur natal.

(ara/ara)