Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 08:51 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

IHSG ditutup menguat. IHSG ditutup di level 6,428.31 (-0.11%). Pergerakan didorong oleh Property (-0.96%) dan Finance (-0.63%).

IHSG ditutup melemah disebabkan aksi profit taking setelah dalam beberapa hari menguat signifikan. Pergerakan masih dibayangi tingginya kasus COVID-19 terutama di dalam negeri yang mencapai 11,000 kasus.

Bursa Amerika Serikat ditutup melemah. Dow Jones ditutup 30,991.52 (-0.22%), NASDAQ ditutup13,112.64 (-0.12%), S&P 500 ditutup 3,795.54 (-0.38%).

Bursa saham US ditutup melemah. Joe Biden memberikan proposal stimulus fiskal yang telah ditunggu oleh investor. Joe Biden ingin menambahkan sebanyak US$400 per minggu dan memperpanjang pembayaran hingga bulan September 2021 dengan pemberian dana langsung sebesar US$1,400 dan memperpanjang moratorium federal pada penggusuran dan penyitaan bagi penyewa rumah atau pembeli rumah yang mengalami kredit macet hingga September 2021.

Selain itu juga ada bantuan pada pemerintah lokal sebesar US$350 miliar dan US$70 miliar untuk vaksinasi dan pemeriksaan Covid. Bursa Asia dibuka menguat, investor optimis stimulus fiskal dari Joe Biden akan diterima dengan baik oleh Senat.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal pergerakan IHSG menunjukkan dead cross pada indikator stochastic yang berada pada area overbought mengindikasikan potensi untuk melanjutkan koreksi. Investor akan mencermati beberapa data ekonomi. Selain itu masih ada kecemasan dari tingginya jumlah kasus COVID-19.

Resistance 2 :6,491
Resistance 1 :6,459
Support 1 :6,401
Support 2 :6,375

(eds/eds)