IHSG Diprediksi Melemah Jelang Akhir Pekan

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 08:45 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah ke level 6.200,31 (-0,44%). Pergerakan didorong oleh sektor industri dasar (-2,25%) dan aneka industri(-0,96%).

IHSG ditutup melemah setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga menjadi 3,50% untuk membantu pemulihan ekonomi. Namun Langkah ini dimanfaatkan investor untuk profit taking.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 31.493,34 (-0,38%), NASDAQ ditutup 13.865,36 (-0,72%), S&P 500 ditutup 3.913,97 (-0,44%).

Bursa saham AS ditutup melemah seiring dengan munculnya data ekonomi. Data klaim pengangguran dilaporkan berada di level 861.000 lebih tinggi daripada perkiraan, yaitu di level 775.000.

Hal ini menandakan ekonomi masih belum pulih sesuai dengan harapan ekonom dan investor. Di samping itu, data inflasi AS mulai meningkat, investor cemas akan tekanan peningkatan suku bunga bila inflasi terus meningkat ke level 2%.

Bursa saham Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan saham di Wall Street. Bursa saham Hong Kong dan Shanghai masih libur. Data ekonomi jepang harga konsumen mengalami penurunan sebanyak 0,6% YoY pada bulan Januari, di mana Jepang sudah selama 6 bulan berturut-turut mencatat penurunan harga secara tahunan.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 6.146-6.308. Pelemahan diperkirakan bersifat jangka pendek dikarenakan ditopang sentimen positif setelah BI memangkas suku bunga untuk menopang pemulihan ekonomi.

(ara/ara)