Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 08:25 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup Menguat. IHSG ditutup di level 6,347.83 (+1.12%). Pergerakan didorong oleh Misc-ind (+2.75%) dan Infrastructure (+1.61%). IHSG ditutup menguat didorong optimisme bahwa inflasi dan GDP akan membaik setelah The Fed dan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 32,862.30 (-0.46%), NASDAQ ditutup 13,116.17 (-3.02%), S&P 500 ditutup 3,915.46 (-1.48%). Wall Street ditutup melemah tajam dikarenakan yield US Treasury melesat dan kekhawatiran baru tentang pandemi virus corona di Eropa.

Ini merupakan penurunan satu hari paling curam pada indeks Nasdaq sejak 25 Februari silam. Di mana, sektor energi turun hingga 4.7% dikarenakan pelemahan harga minyak.

Pelemahan di bursa saham AS dipercepat setelah perdana menteri Prancis memberlakukan penguncian selama sebulan di Paris dan beberapa wilayah lain karena krisis kesehatan yang kembali muncul. Paket stimulus senilai US$ 1.9 Tn yang baru disahkan, memicu kekhawatiran kenaikan inflasi dan berkontribusi pada lonjakan yield obligasi AS tenor panjang.

IHSG diprediksi Melemah

Resistance 2 : 6,388

Resistance 1 : 6,367

Support 1 : 6,316

Support 2 : 6,286

IHSG diprediksi melemah. Pergerakan akan dibayangi oleh kekhawatiran akan kembali naiknya yield obligasi Amerika Serikat dan kekhawatiran baru akan pandemi COVID-19 di Eropa.

Selain itu data pengangguran tercatat memburuk. Pelemahan akan cenderung terbatas didukung sentimen dari dalam negeri terkait relaksasi pajak beberapa sektor.

(fdl/fdl)