Masih Tancap Gas! IHSG Diprediksi Menguat Lagi

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 04 Jun 2021 08:51 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level 6.091,51 (+0,99%). Pergerakan ditutup menguat masih didorong oleh optimisme dari penguatan bursa saham global secara keseluruhan dan efek pembagian dividen.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 34.577,04 (-0,07%), NASDAQ ditutup 13.577,04 (-1,03%), S&P 500 ditutup 4.192,85 (-0,36%).

Wall Street ditutup melemah karena investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang inflasi dan Federal Reserve mengekang stimulus dengan bantuan kenaikan pajak perusahaan.

Saham teknologi dan saham pertumbuhan lainnya dipandang sangat rentan jika inflasi menaikkan imbal hasil obligasi dan lebih banyak mendiskon nilai arus kas masa depan.

Saham sedikit rebound setelah laporan bahwa Presiden AS Joe Biden menawarkan untuk membatalkan rencana kenaikan pajak yang diusulkannya. Bursa Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan bursa AS.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 5.976-6.148. Pergerakan masih akan didorong sentimen pembagian dividen oleh beberapa emiten. Investor juga akan wait and see menanti pidato dari Gubernur The Fed Jerome Powell.

Lihat juga Video: Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)