Dibayangi PPKM Darurat, IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 08:46 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat ke level 5.985,48 (+0,61%).Pergerakan ditutup menguat namun masih dibayangi kekhawatiran kasus COVID-19 yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 34.502,51 (+0,61%), NASDAQ ditutup 14.504,00 (-0,17%), S&P 500 ditutup 4.300,92 (+0,21%).

Wall Street bervariasi, dengan indeks S&P 500 kembali mencapai rekor penutupan tertinggi dalam lima hari berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu. Investor mengakhiri bulan dan kuartal dengan sebagian besar mengabaikan data ekonomi yang positif dan menanti rilis laporan ketenagakerjaan pada Jumat besok.

Bulan ini, selera investor bergeser dari siklus sensitif secara ekonomi ke saham pertumbuhan. Sektor swasta menambahkan 692.000 pekerjaan pada bulan Juni, melampaui ekspektasi sebelumnya.

Bursa saham Asia dibuka melemah terkoreksi setelah menguat beberapa hari terakhir.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.921-6.043. Pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran di mana kasus harian COVID-19 di dalam negeri kembali naik signifikan.

Pemerintah juga berencana menerapkan pengetatan PPKM mikro atau PPKM darurat yang diyakini akan memperlambat pemulihan ekonomi.

(ara/ara)