IHSG Diprediksi Melemah Dibayangi Tingginya Kasus COVID-19-PPKM Darurat

Artha Sekuritas - detikFinance
Rabu, 07 Jul 2021 08:48 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup dilevel6.047,11 (+0,69%).Pergerakan ditutup menguat dibayangi sentimen implementasi PPKM yang belum menunjukkan hasil serta kenaikan kasus COVID-19 dan jumlah kematian yang cukup signifikan.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 34.577,37(-0,60%), NASDAQ ditutup 14.663,60 (+0,17%), S&P 500 ditutup 4.343,54 (-0,20%).

Wall Street ditutup koreksi usai libur panjang Hari Kemerdekaan. Sebanyak dua dari tiga indeks utama melemah terseret koreksi pada sektor keuangan.

Indeks bank pada S&P 500 turun 2,5% setelah imbal hasil obligasi AS turun. Bahkan yield US Treasury tenor acuan 10 tahun berada di level terendah sejak 24 Februari.

Data menunjukkan, aktivitas industri jasa Amerika Serikat (AS) tumbuh pada kecepatan sedang di bulan Juni, kemungkinan tertahan oleh kekurangan tenaga kerja dan bahan baku.

Selain itu juga, adanya aksi profit taking setelah beberapa hari sebelumnya index Wall Street menguat signifikan dan membuat rekor baru. Bursa saham Jepang dibuka melemah merespons pelemahan Wall Street.

IHSG diprediksi melemah dengan level support 5.997-6.022 dan resistance 6.063-6.079. Pergerakan akan dibayangi oleh pelemahan bursa saham secara global dan penurunan harga komoditas.

Perlu diwaspadai pergerakan juga masih dibayangi sentimen negatif dari dalam negeri terkait jumlah kasus dan tingkat kematian COVID-19 yang naik signifikan serta masih harus mencermati dampak dari PPKM.

(ara/ara)