Kasus COVID-19 Rekor Lagi, IHSG Diprediksi Melemah Pagi Ini

Artha Sekurita - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 08:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level 5.979,21 (-0,54%).Pergerakan ditutup melemah seiring dengan pelemahan bursa saham secara global.

Pergerakan masih dibayangi tingginya kasus COVID-19 dari dalam negeri yang mencapai 54.000 kasus dan adanya rencana untuk perpanjangan PPKM darurat.

Sementara bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 34.933,23 (+0,13%), NASDAQ ditutup 14.645 (-0,22%), S&P 500 ditutup 4.374,38 (+0,12%).

Bursa Wall Street ditutup bercampur cenderung menguat merespon komentar dari Federal Reserve memicu harapan bank sentral akan tetap berpegang pada kebijakan moneter akomodatif meski inflasi melonjak tajam bulan lalu.

Komentar tersebut meyakinkan investor bahwa pasar tenaga kerja AS masih jauh dari kemajuan yang ingin dilihat bank sentral sebelum mengurangi dukungannya terhadap ekonomi, dan inflasi tinggi saat ini akan segera mereda.

Bursa saham Asia dibuka melemah merespon kekhawatiran kasus COVID-19 yang kian tinggi di beberapa negara di Asia.

IHSG diprediksi melemah dengan level support di 5.913-5.946 dan resistance pada 6.012-6.045.

Secara teknikal candlestick membentuk long black body dengan stochastic yang melebar setelah membentuk deadcross mengindikasikan potensi bearish.

Pergerakan masih dibayangi kekhawatiran kian tingginya kasus COVID-19 dan adanya rencana perpanjangan PPKM darurat yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi pada kuartal III-2021.

(ara/ara)