Dibayangi Rekor Kasus COVID-19, IHSG Diprediksi Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 08:38 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level6.046,75 (+1,13%). Pergerakan ditutup menguat meskipun beberapa bursa saham global mengalami pelemahan.

Investor memanfaatkan pelemahan di hari sebelumnya untuk bargain hunting saham. Namun dari dalam negeri masih dibayangi semakin tingginya kasus COVID-19 secara harian.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 34.987,02 (+0,15%), NASDAQ ditutup 14.543,10 (-0,70%), S&P 500 ditutup 4.360,03 (-0,33%).

Bursa saham Wall Street ditutup bercampur cenderung melemah terseret saham Apple, Amazon, dan perusahaan raksasa teknologi lainnya. Penurunan data klaim pengangguran mingguan memberi kekhawatiran investor tentang lonjakan inflasi baru-baru ini.

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, kepada anggota parlemen bahwa dia mengantisipasi kekurangan dan inflasi yang tinggi akan mereda. Namun banyak investor masih khawatir bahwa inflasi yang lebih berkelanjutan dapat menyebabkan pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat dari perkiraan.

Sedangkan bursa saham Asia dibuka melemah cukup signifikan.

IHSG diprediksi melemah dengan level support 5.960-6.003 dan resistance 6.067-6.088. Secara teknikal penguatan di hari sebelumnya didukung volume yang rendah sehingga rentan mengalami koreksi.

Namun perlu dicermati pergerakan masih dibayangi tingginya kasus COVID-19 dan adanya rencana perpanjangan PPKM darurat yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi pada kuartal III-2021.

(ara/ara)