Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Diproyeksi Ngerem

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 02 Nov 2021 08:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

IHSG ditutup melemah. IHSG ditutup di level 6,552.88 (-0.58%).

IHSG ditutup melemah meskipun sempat menguat diawal perdagangan didukung rilis data manufaktur dan inflasi yang sesuai ekspektasi. Pelemahan dikarenakan investor cenderung konservatif jelang keputusan FOMC.

Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 35,913.84 (+0.26%), NASDAQ ditutup 15,595.90 (+0.63%), S&P 500 ditutup 4,613.67 (+0.18%).

Wall Street mencatat rekor penutupan tertinggi pada perdagangan awal pekan ini setelah saham Tesla melonjak dan indeks sektor energi menguat. Di sisi lain, investor menantikan pertemuan Federal Reserve pada pekan ini.

Kebijakan moneter yang akomodatif telah menjadi salah satu dukungan utama untuk pasar saham di tahun ini. Di mana, indeks patokan S&P 500 sudah melesat 22,8% sepanjang tahun ini. Mata investor kini tertuju pada The Fed yang diproyeksi akan menyetujui rencana untuk mengurangi program pembelian obligasi bulanan senilai US$ 120 miliar yang diberlakukan untuk membantu perekonomian selama pandemi virus corona pada pertemuan 3 November 2021 mendatang.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal indicator stochastic kembali melebar setelah membentuk deadcross mengindikasikan potensi melanjutkan pelemahan. Investor akan cenderung konservatif jelang keputusan suku bunga The Fed dan rilis data GDP Q3 Indonesia jelang akhir pekan. Pergerakan juga masih akan ditopang rilis kinerja emiten.

  • Resistance 2 : 6,652
  • Resistance 1 : 6,602
  • Support 1 : 6,527
  • Support 2 : 6,502

Berikut rekomendasi saham hari ini:

BFIN direkomendasikan untuk tahan jika sudah beli sebelumnya atau boleh menambah posisi kepemilikan saham, namun boleh beli jika belum. Indikator teknikal menunjukkan signal beli dengan sentimen netral/positif.

SMGR direkomendasikan untuk tahan jika sudah beli sebelumnya. Indikator teknikal netral dan sentimen netral.

MPPA direkomendasikan untuk jual. Indikator teknikal menunjukkan signal jual dengan sentimen netral/negatif.

BUDI direkomendasikan untuk beli namun bersifat spekulatif. Indikator teknikal menunjukkan signal beli dengan sentimen netral/negatif, atau Indikator teknikal netral/negatif dengan sentimen positif.

Simak juga Video: Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000

[Gambas:Video 20detik]




(eds/eds)