Market Research

Masih Tren Bearish, IHSG Diprediksi Melemah

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 20 Jun 2022 08:53 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Artha Sekuritas

Pekan lalu IHSG ditutup melemah. IHSG ditutup di level 6,936.96 (-1.61%). IHSG ditutup melemah merespon aksi jual pada bursa saham secara global dimana kekhawatiran akan resesi kembali meningkat setelah Swiss dan Inggris ikut menaikkan suku bunga. Dari dalam negeri musim pembagian dividen belum mampu menahan pelemahan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 29,888,78 (-0.13%), NASDAQ ditutup 10,798.35 (+1.43%), S&P 500 ditutup 3,674.84 (+0.22%). Wall Street berhasil rebound tipis di akhir perdagangan pekan ini. Dua indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS) itu ditutup menguat. Inflasi yang sangat tinggi telah membuat bingung investor tahun ini karena Federal Reserve dan sebagian besar bank sentral utama telah mulai beralih dari kebijakan moneter yang longgar ke langkah-langkah pengetatan yang akan memperlambat ekonomi, dan mungkin menyebabkan resesi yang akhirnya berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan. Pada hari Jumat, Ketua The Fed Jerome Powell sekali lagi menekankan fokus bank sentral untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

IHSG diprediksi Melemah

Resistance 2 : 7,056

Resistance 1 : 6,996

Support 1 : 6,879

Support 2 : 6,822

IHSG diprediksi Melemah. Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low disertai volume tinggi dan stochastic yang melebar setelah membentuk deadcross mengindikasikan tren bearish yang cukup kuat. Dari dalam negeri pergerakan masih disertai musim pembagian dividen. Di awal pekan investor akan mencermati kebijakan suku bunga oleh Bank of China.

Mirae Asset Sekuritas

IHSG ditutup melemah pada hari Jumat dipicu oleh risk-off mood pasca kenaikan suku bunga Fed 75bps, yang diperburuk oleh aksi net sell asing secara besar-besaran pada Rp782 miliar pada hari Jumat. Penurunan IHSG dipimpin oleh kerugian di sektor industri dasar dan keuangan. GIAA memperoleh persetujuan dari krediturnya untuk rencana restrukturisasi kewajiban sekitar Rp142.4 triliun Jumat lalu. Naiknya harga gas Eropa, dimulainya kembali pembangkit listrik tenaga batu bara Jerman dan berlanjutnya larangan impor batu bara Rusia akan menjadi hal positif bagi kinerja keuangan perusahaan batu bara Indonesia.

Indeks ekuitas AS sebagian besar ditutup lebih tinggi selama sesi bergejolak pada hari Jumat. Investor menimbang komentar pertama dari para pemimpin Fed setelah kenaikan suku bunga Fed 0.75% pada hari Rabu. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali komitmen bank sentral AS untuk mengekang inflasi. Pada saat yang sama, Presiden Fed Kansas City, Esther George, menjelaskan bahwa dia menentang kenaikan yang lebih besar karena dapat menciptakan prospek yang tidak pasti mengingat pengetatan neraca Fed.

Di komoditas, harga gas Eropa naik hampir 50% minggu lalu karena aliran dari Rusia terus melambat. Jerman menuduh Rusia membatasi pasokan untuk meresahkan pasar dan meningkatkan harga. Untuk mengurangi kekurangan tersebut, Jerman akan memulai kembali pembangkit listrik tenaga batu bara. Namun, pasar batu bara juga mengalami keterbatasan pasokan, dengan Eropa telah melarang impor batu bara Rusia. Hal ini menyebabkan melonjaknya harga patokan batubara di Eropa dan Asia.

IHSG Teknikal

- IHSG Daily, 6,936.97 (-1.61%), test resistance at 6,978, trading range 6,879 - 6,978. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak turun namun sementara relatif tertahan. Pada periode weekly indikator MFI optimized, RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun menguji support trendline. Daily support di 6,879 dan daily resistance di 6,978. Cut loss level di 6,870.

- INDF Daily, 6,825 (+0.37%), buy on weakness, trading range 6,750-6,925. Indikator MFI optimized akan menguji support trendline, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized cenderung naik lebih lanjut. Daily support di 6,750 dan daily resistance di 6,925. Cut loss level di 6,600.

- PSSI Daily, 680 (0.00%), buy on weakness, trading range 660 - 700. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized cenderung bergerak naik lebih lanjut. Daily support di 660 dan daily resistance di 700. Cut loss level di 620.

- INCO Daily, 6,900 (-2.82%), buy on weakness, trading range 6,750 - 7,050. Indikator MFI optimized mulai bergerak naik, indikator RSI optimized dan W%R optimized masih cenderung konsolidasi. Perkiraan daily support di 6,750 dan daily resistance terdekat di 7,050. Cut loss level di 6,500.



Simak Video "MUI Tetapkan Fatwa Vaksin Merah Putih Suci dan Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)