Hal ini dikatakan oleh Deputi Kementerian Negara BUMN Parikesit Suprapto di kantor PPA (Perusahaan Pengelola Aset) di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis malam (11/9/2008).
"Bentuknya nanti adalah investment holding, tapi belum ditentukan holdingnya seperti apa, kita sudah diskusikan ini dengan BI (Bank Indonesia)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi holding perbankan bersama asuransi dan jasa keuangan lainnya cita-citanya akan juga bisa direalisasikan 2010. Kita sudah sampaikan rencana ini kepada direksi BUMN jasa keuangan," kata Parikesit.
Di tempat yang sama, Asisten Deputi Budang Usaha Perbankan Kementerian Negara BUMN Gatot Mardiwasisto mengatakan perhitungan aset holding perbankan bisa mencapai Rp 1.000 triliun dengan dibentuknya holding perbankan BUMN adalah karena sampai Juni 2008 saja jumlah aset dari 4 bank BUMN adalah sekitar Rp 800 triliun.
"Jadi dengan asumsi pertumbuhan 20% saja, akan menghasilkan kapitalisasi aset Rp 1.000 triliun di 2010 sewaktu dibentuk holding tersebut. Itupun dengan tidak memperhitungkan jika ada pertumbuhan non organik yang dilakukan," ujarnya.
Gatot mengatakan jika holding tersebut digabung dengan BUMN jasa keuangan lain dalam universal bank, maka total asetnya di 2010 bisa mencapai Rp 1.300 triliun. Adapun saat ini jumlah BUMN di bidang perbankan dan jasa keuangan adalah sebanyak 23 BUMN yang rencananya akan digabung.
(dnl/qom)











































