"Dampaknya belum kelihatan, terutama nanti mungkin kita harus antisipasi, masalah pelemahan dari ekspor kita. Kalau memang dunia lebih melambat penerimaan ekspor kita bisa turun," kata Gubernur BI Boediono di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (26/9/2008).
"Kedua, aliran dana juga akan mempengaruhi kita, keluar-masuk. Itu yang pokok saya kira. Kita siap disini supaya memperkuat rambu-rambu kita di dalam, di luar itu di luar kekuasaan kita," lanjut Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menegaskan tidak ada eksposure BI di perusahaan-perusahaan besar AS yang bangkrut seperti Lehman Brothers. "Enggak ada. Saya katakan dulu eksposure kita kepada Lehman minimal sekali, jadi enggak ada," tegasnya.
Sementara dampaknya terhadap perbankan nasional, Boediono mengatakan perbankan nasional akan makin sulit mendapatkan dana dari luar.
"Itu tadi tergantung masalah kepada arus dana, sekarang makin ketat perbankan kita untuk mendpatkan dana dari luar terbatas, karena memang ada gonjang-ganjing," katanya.
Boediono mengaku akan memperkuat rambu-rambu prudensial di dalam negeri sendiri untuk mengantisipasi dampak krisis di AS. "Itu kuncinya," cetusnya.
BI juga meminta perbankan memperhatikan kemampuan dalam memupuk dana dan komitmennya untuk memberikan kredit.
"Gap-nya jangan terlalu besar sehingga mereka nubruk-nubruk. Itu yang bikin sebelumnya ada semacam rebutan dana kan itu. Komitmennya harus diperhatikan jangan berlebihan," jelasnya.
Ditanya berapa idealnya rasio kredit dengan LDR, Boediono menjawab, "Angkanya belum tahu, tapi sekarang cukup tinggi".
(dro/ir)










































