Likuiditas Ketat, Kredit IKM Harus Jadi Prioritas

Likuiditas Ketat, Kredit IKM Harus Jadi Prioritas

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2008 17:10 WIB
Likuiditas Ketat, Kredit IKM Harus Jadi Prioritas
Jakarta - Mengetatnya likuiditas keuangan sekarang ini sebagai dampak krisis global, dipastikan akan mengancam sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Untuk itu kredit-kredit sektor IKM harus tetap diprioritaskan, bahkan kalau perlu ditingkatkan.

Meskipun dari pengalaman krisis tahun 1998 lalu, sektor riil termasuk  IKM, menjadi sektor yang paling kuat menghadapi terpaan badai krisis moneter pada waktu itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"IKM itu sebagai penyangga, jangan sampai diabaikan, skim kredit yang ada jangan ubah-ubah," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian Fauzi Aziz saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (9/10/2008).

Fauzi sangat menekankan perlunya upaya tetap memperlonggar akses kredit bagi segmen IKM, karena sektor ini sangat tergantung dengan pinjaman lembaga keuangan termasuk perbankan.

"Saya harap tidak ada pengetatan kredit IKM, jangan ada kenaikan suku bunga," serunya.

Ia merasa gembira hingga akhir September 2008 daya serap kredit usaha rakyat (KUR)   sudah mencapai Rp  10 triliun, artinya masih ada sisa Rp  4 triliun yang masih bisa diserap hingga akhir tahun.

"Saya perkirakan  Desember, akan habis terserap dari Rp 14,5 triliun yang disiapkan," ucapnya.

Ekspor Kerajinan Tak Kena Dampak Krisis Global

Mengenai dampak terhadap produk ekspor IKM ke pasar AS seperti kerajinan dan sejenisnya tidak akan terlalu berpengaruh signifikan karena sektor ini hanya berkontribusi 5% dari total ekspor non-migas.

"Nilainya hanya US$ 500 juta saja. Yang penting adalah perlu diwaspadai, beberapa bulan ke depan penetrasi produk dari luar ke kita," kata Fauzi mengingatkan. (hen/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads