Untuk itu kredit-kredit sektor IKM harus tetap diprioritaskan, bahkan kalau perlu ditingkatkan.
Meskipun dari pengalaman krisis tahun 1998 lalu, sektor riil termasuk IKM, menjadi sektor yang paling kuat menghadapi terpaan badai krisis moneter pada waktu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fauzi sangat menekankan perlunya upaya tetap memperlonggar akses kredit bagi segmen IKM, karena sektor ini sangat tergantung dengan pinjaman lembaga keuangan termasuk perbankan.
"Saya harap tidak ada pengetatan kredit IKM, jangan ada kenaikan suku bunga," serunya.
Ia merasa gembira hingga akhir September 2008 daya serap kredit usaha rakyat (KUR) sudah mencapai Rp 10 triliun, artinya masih ada sisa Rp 4 triliun yang masih bisa diserap hingga akhir tahun.
"Saya perkirakan Desember, akan habis terserap dari Rp 14,5 triliun yang disiapkan," ucapnya.
Ekspor Kerajinan Tak Kena Dampak Krisis Global
Mengenai dampak terhadap produk ekspor IKM ke pasar AS seperti kerajinan dan sejenisnya tidak akan terlalu berpengaruh signifikan karena sektor ini hanya berkontribusi 5% dari total ekspor non-migas.
"Nilainya hanya US$ 500 juta saja. Yang penting adalah perlu diwaspadai, beberapa bulan ke depan penetrasi produk dari luar ke kita," kata Fauzi mengingatkan. (hen/ddn)











































