Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Agus Martowardojo usai acara halal bihalal bersama Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Gedung Garuda, Jakarta, Senin (13/10/2008).
"Suku bunga dinaikkan akibat inflasi September cukup tinggi. Selain itu di pasar modal juga mulai banyak produk investasi yang menawarkan yield yang cukup baik," jelasnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, perseroan memasang suku bunga deposito antara 12-12,5 persen. Sedangkan, bunga kredit dinaikkan antara 13-17 persen.
"Bagi Mandiri kenaikan suku bunga yang sekarang ini merupakan ketiga kalinya tahun ini," katanya. BI rate sendiri sudah naik enam kali sejak Mei lalu.
Ia menganggap kondisi ini menunjukkan situasi perbankan nasional yang cukup baik. Penilaian itu juga didasarkan dari kredit bermasalah yang masih di bawah 5 persen dan pertumbuhan kredit nasional mencapai di atas 35 persen hingga bulan September.
"Mulai Oktober ini kredit tidak bakal terlalu agresif, dan dana pihak ketiga (DPK) kami bakal naik cukup baik," imbuhnya.
Secara terpisah, Managing Director International and Treasury BNI, Bien Subiantoro, juga mengatakan perseroan akan ikut menaikkan suku bunga. Besarannya sama, 50 basis poin.
Hingga saat ini, BNI memasang bunga kredit berkisar antara 14-15 persen. Sedangkan, bunga deposito dipasang antara 10-12 persen. (ang/ddn)











































