Β
Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Stabilitas Sistem Keuangan (FSSK) Raden Pardede dalam seminar 'Krisis Global dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia' di Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (5/10/2008).
Β
"Budget outlook di 2008 sangat sehat, tapi persoalan di 2009 dimana cost of fund akan naik dan pemerintah akan sulit cari pembiayaan. Biasanya pemerintah dalam waktu setahun itu menerbitkan SUN Rp 100-150 triliun, tapi tahun depan akan sulit sekali," tuturnya.
Untuk menyiasati hal ini, Raden yang mewakili pemerintah dalam seminar tersebut mengatakan pemerintah menerbitkan banyak SUN pada awal tahun sehingga diharapkan bisa lebih terserap.
"Selain itu pemerintah juga akan meminta percepatan pengucuran pinjaman multilateral, yang biasanya kuartal II untuk dipercepat mulai kuartal I. Sehingga kita juga harapkan pada semester II-209 market akan membaik," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pemerintah akan lebih melakukan ekspansi di 2009 karena peran swasta yang menurun. Kita akan cari dana lewat bilateral atau multilateral, seperti dari World Bank kita minta tambahan sekitar US$ 5 miliar," ujarnya.
Sementara mengenai penurunan harga BBM, Raden mengatakan pemerintah tidak bisa begitu saja langsung menurunkan harga BBM dalam negeri karena penurunan harga minyak dunia yang terjadi masih belum bisa jadi patokan.
"Bisa saja nantinya harga minyak naik lagi dan ini membuat subsidi kembali membengkak dan pada akhirnya defisit kembali naik. Karena itu beberapa pihak ada yang berpikiran harga minyak atau BBM itu floating saja mengikuti harga di luar dan ini juga menjadi pemikiran pemerintah," paparnya. (dnl/ddn)











































