Sentuh US$ 50 M, Cadangan Devisa RI Terendah Sepanjang 2008

Sentuh US$ 50 M, Cadangan Devisa RI Terendah Sepanjang 2008

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2008 17:04 WIB
Sentuh US$ 50 M, Cadangan Devisa RI Terendah Sepanjang 2008
Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia menyentuh titik terendahnya sepanjang tahun 2008. Cadangan devisa Indonesia per 31 Oktober 2008 ternyata hanya sebesar US$ 50,580 miliar.

Menurut data yang dikutip detikFinance dari situs BI, Rabu (5/11/2008), angka itu berarti turun hingga US$ 6,528 miliar atau sekitar Rp 71 triliun (kurs Rp 11.000/US$) dibandingkan cadangan devisa per akhir September yang mencapai US$ 57,108 miliar.

Angka ini juga berarti terendah dibandingkan posisi per akhir Mei 2007 yang mencapai US$ 50,112 miliar. Angka ini juga sekaligus penurunan tajam setelah cadangan devisa RI sempat menembus US$ 60 miliar per akhir Juli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono sebelumnya mengatakan, cadangan devisa RI saat ini sekitar US$ 51 miliar, tanpa memberi rincian lebih lanjut.

"Sekitar US$ 51 miliar," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono saat dikonfirmasi mengenai posisi cadangan devisa Indonesia. Yang pasti, cadangan devisa biasanya berkurang karena digunakan untuk stabilisasi rupiah dan pembayaran utang luar negeri.

Berikut angka cadangan devisa RI dari bulan ke bulan sepanjang 2008, seperti dikutip dari situs BI.
  • Akhir Desember 2007: US$ 56,920 Miliar
  • Akhir Januari : US$ 55,999 Miliar
  • Akhir Februari :US$ 67,125 Miliar
  • Akhir Maret : US$ 58,987 Miliar
  • Akhir April: US$ 58,770 Miliar
  • Akhir Mei: US$ 57,464 Miliar
  • Akhir Juni: US$ 59,453 Miliar
  • Akhir Juli : US$ 60,563 Miliar
  • Akhir Agustus: US$ 58,358 Miliar
  • Akhir September: US$ 57,108 Miliar.

Tak hanya Indonesia, sejumlah negara juga mengalami penurunan tajam cadangan devisanya akibat krisis finansial yang menyebabkan terjadinya gejolak mata uang.

Seperti dikutip dari AFP, Taiwan juga mencatat penurunan cadangan devisa hingga US$ 2,98 miliar dalam satu bulan. Cadangan devisa Taiwan per akhir Oktober tercatat sebesar US$ 278,15 miliar.

Sementara Korea Selatan, seperti dikutip dari Reuters, juga mencatat penurunan cadangan devisa terbesar sejak krisis moneter 11 tahun silam. Cadangan devisa Korsel per akhir Oktober tercatat turun hingga US$ 27,4 miliar menjadi US$ 212,25 miliar.

Cadangan devisa Korsel habis-habisan digunakan untuk menahan kejatuhan won, termasuk untuk upaya stabilisasi pasar finansial. Korsel, sebuah negara yang sangat tergantung pada ekspor, menjadi salah satu negara di Asia yang terkena dampak krisis finansial global cukup parah.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads