Kredit Kendaraan Bank Mandiri 2009 Bertambah Rp 2,4 Triliun

Kredit Kendaraan Bank Mandiri 2009 Bertambah Rp 2,4 Triliun

- detikFinance
Jumat, 21 Nov 2008 15:06 WIB
Kredit Kendaraan Bank Mandiri 2009 Bertambah Rp 2,4 Triliun
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk menargetkan pembiayaan kredit baru kendaraan bermotor  tahun depan bertambah Rp 2,4 triliun. Seluruh penyaluran kredit baru tersebut akan dilakukan oleh anak usahanya yang bernama Tunas Finance.

Hal tersebut diungkapkan oleh Executive Vice Presiden Coordinator CMO Haryanto Budiman di sela-sela Acara Press Gathering di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung, Jumat (21/11/2008).

"Kita menargetkan penyaluran kredit baru kendaraan bermotor Rp 2,4 triliun pada 2009. Nantinya kredit bermotor dari Bank Mandiri keluar lewat satu pintu yaitu Tunas Finance," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, saat ini Bank Mandiri memiliki kredit kendaraan bermotor yang relatif kecil, sebanyak Rp 500 miliar. Sementara anak usahanya, Tunas  Finance, lebih besar hingga mencapai Rp 2,2 triliun.

Ia menambahkan, sekitar 30-40 persen dari Rp 2,4 triliun tersebut merupakan pembiayaan joint venture antara Bank Mandiri dan Tunas Finance, dengan komposisi 95 persen bank Mandiri dan lima persen Tunas Finance.

Ia optimistis pada tahun 2009 nanti, perusahaan pembiayaan Tunas Finance akan tumbuh baik. "Kita lihat, nasabahnya Mandiri kan besar. pertumbuhan ini bisa kita dukung," katanya.

Salah satu keuntungan yang didapat Tunas Finance adalah banyaknya nasabah potensial yang bisa diraih seperti nasabah dari perusahaan yang memiliki rekening pembayaran gaji di Mandiri.

"Saat ini kita punya kerjasama pembayaran gaji dengan 2.000 perusahaan. Ini potensial, dan memiliki resiko lebih rendah, sebab bisa langsung potong gaji untuk pembayaran kreditnya," tandasnya.

Ia mengharapkan, rencana ke depan Tunas Fiance akan memiliki cabang yang menempel di semua cabang Bank Mandiri yang saat ini berjumlah sekitar 1.000 cabang. "Kita harapkan ada cabang Tunas Finance minimal satu di setiap kota," katanya. (ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads