"Kalau saya melihat peluang BI Rate turun sih ada ya, tapi kapan itu yang mesti ditentukan, apakah bulan depan. Jelas setiap kali ada tanda-tanda tingkat inflasi sudah menurun, itu membuka peluang BI untuk menurunkan suku bunga," ujar Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S. Goeltom di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (3/12/2008).
Miranda menjelaskan, data inflasi November yang hanya sebesar 0,12% memang lebih rendah dari ekspektasi. Namun untuk akhir tahun, diperkirakan tetap mencapai 11%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai penurunan BI Rate, Miranda yakin hal itu tidak akan menyebabkan keluarnya dana-dana asing. Menurutnya, dana asing pergi bukan karena BI Rate atau tidak percaya perekonomian Indonesia.
"Tapi karena mereka memerlukan dana, di seluruh dunia kan terjadi pengeringan dana. Kita lihat SUN turun, SBI turun, semuanya dibawa mereka karena mereka butuh itu disana," tegas Miranda.
Namun Miranda, porsi dana-dana asing di SUN dan SBI kini mulai naik. Kepemilikan asing di SBI yang sempat hanya Rp 5 triliun kini sudah mulai naik.
"Sekarang saya lupa angkanya, yang pasti sudah naik tapi tidak sebanyak dulu. Maksudnya sudah mulai ada kenaikan, karena mereka ada likuiditas lebih terus dia melihat ekonomi kita juga baik," tambahnya.
Mengenai cadangan devisa, Miranda mengatakan dananya masih cukup baik di atas US$ 50 miliar. Berdasarkan data BI, cadangan devisa per akhir Oktober mencapai US$ 50,580 miliar.
(qom/ir)











































