Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono yang ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
"Inflasi November sudah turun dan kita lihat di 2009 perkiraan inflasi itu 6,5-7,5%. Itu akan tercapai. Bahkan dengan harga komoditas yang terus menurun dan juga perekonomian yang menurun, maka tekanan inflasi juga akan turun. Perkiraan kita, ada di range paling bawah yaitu 6,5%. Karena itulah BI Rate diturunkan," kata Hartadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara BI pada hari ini memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,25%. Menurut Hartadi pergerakan BI Rate selalu mengacu pada pergerakan inflasi.
Lebih lanjut Hartadi menjelaskan, untuk pertumbuhan ekonomi nasional kemungkinan akan terus terkena dampak dari lesunya perekonomian global. IMF sebelumnya memroyeksikan pertumbuhan ekonomi global hanya akan tumbuh 2,2% atau revisi dari angka sebelumnya 3%. Sementara volume perdagangan internasional juga diperkirakan turun dari 4,1% direvisi menjadi 2,1%.
"Dua hal ini akan berdampak pada perekonomian nasional. Ini yang harus kita antisipasi sekarang. pertumbuhan ekonomi kuartal III masih di atas 6% tapi kita lihat kuartal IV akan lebih rendah," pungkas Hartadi. (qom/ir)











































