Bunga Repo Diturunkan Karena Pinjaman antar Bank Masih Sulit

Bunga Repo Diturunkan Karena Pinjaman antar Bank Masih Sulit

- detikFinance
Kamis, 04 Des 2008 16:38 WIB
Bunga Repo Diturunkan Karena Pinjaman antar Bank Masih Sulit
Jakarta - Bank Indonesia (BI) berharap penurunan bunga repo yakni bunga fasilitas pinjaman harian (overnight) dari BI Rate + 100 bps menjadi BI Rate + 50 bps bisa memecahkan kesulitan likuiditas perbankan   

"Likuiditas yang ketat ini menyebabkan BI menurunkan repo rate, sehingga bank murah pinjam ke BI," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (4/12/2008).

Saat ini krisis yang terjadi telah berimbas kepada masalah kekeringan likuiditas, dimana menurut Hartadi likuiditas valas berkontraksi besar melalui banyaknya capital outflow.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menyebabkan dana valas ketat sekali, tapi BI sudah menurunkan GWM valas perbankan dan sebesar US$ 700 juta sebenarnya telah kembali ke perbankan. Jadi sebenarnya bank punya valas, tapi karena masih tingginya ketidakpastian mereka memegang sendiri," tuturnya.

Saat ini dikatakan Hartadi, BI merupakan satu-satunya yang memasok dolar AS ke pasar. "Tapi kan kita juga harus jaga stamina untuk bisa terus berada di pasar," imbuhnya.

Demikian juga untuk likuiditas rupiah yang ketat, namun menurut Hartadi aturan penurunan GWM rupiah juga sebenarnya telah mengembalikan sekitar Rp 40 triliun kepada perbankan. "Namun tetap saja pinjaman antar bank masih sulit, karena itu repo rate kita turunkan," tukasnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads