"Likuiditas yang ketat ini menyebabkan BI menurunkan repo rate, sehingga bank murah pinjam ke BI," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
Saat ini krisis yang terjadi telah berimbas kepada masalah kekeringan likuiditas, dimana menurut Hartadi likuiditas valas berkontraksi besar melalui banyaknya capital outflow.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini dikatakan Hartadi, BI merupakan satu-satunya yang memasok dolar AS ke pasar. "Tapi kan kita juga harus jaga stamina untuk bisa terus berada di pasar," imbuhnya.
Demikian juga untuk likuiditas rupiah yang ketat, namun menurut Hartadi aturan penurunan GWM rupiah juga sebenarnya telah mengembalikan sekitar Rp 40 triliun kepada perbankan. "Namun tetap saja pinjaman antar bank masih sulit, karena itu repo rate kita turunkan," tukasnya. (dnl/ir)











































