Demikian disampaikan Wadirut BTN Evi Firmansyah di Gedung BTN, Jakarta, Kamis (4/12/2008).
"Kalau nanti cost-nya memungkinkan segera ya segera, tapi nanti kalau kita lihat portfolio banyak yang 3 bulan, ya 3 bulan kemudian (baru turun)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besaran penurunannya pun tidak besar. Suku bunga KPR BTN yang saat ini sekitar 15% diperkirakan hanya turun 1% menjadi sekitar 14%.
"Kalau dari referensi BI 25 basis poin, ya paling tidak kita sesuaikan kesitu. Bisa lebih besar atau tidak, tergantung dari komposisi kita bagaimana melihat kedepannya," katanya.
Selain BI Rate perbankan juga akan melihat faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dinilai masih sangat fluktuatif jika ingin menurunkan suku bunga KPR-nya.
"Kalau dolar masih fluktatif agak susah juga turunkan suku bunga. Kalau tahun ini bisa stabil, tahun depan memudahkan perbankan turunkan suku bunga," katanya.
(lih/ir)











































