"Stok dolar memang sedang langka, karena dolar di market juga sedang ketat likuiditas. Jadi TT (telegraphic transfer) antar dolar masih sangat terbatas," jelas Corporate Secretary Bank Century, Deddy Triyana di kantornya, Jl Asia Afrika, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan nasabah Century selama ini yang mempertanyakan alasan transfer antar dolar sulit sekali dilakukan di Bank Century.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deposito Silvia sudah jatuh tempo sejak 28 November 2008. Namun hingga saat ini, dana sebesar US$ 51.000 miliknya tidak bisa dicairkan ataupun ditransfer ke bank lain.
"Kata petugas banknya dana deposito tersebut harus dipindahkan ke tabungan Century dalam rupiah. Kalau begini kan sama saja saya dipaksa mengkonversi dana dolar saya ke rupiah dan dipaksa tetap menempatkan dana saya di bank Century. Padahal saya mau pindahkan semua ke bank lain dalam dolar," tegas Silvia.
Silvia pun menyatakan ingin menutup rekeningnya di bank Century dengan alasan masih takut dengan kondisi bank. Namun keinginan tersebut hingga saat ini masih tidak bisa dilakukan.
"Menutup rekening itu haknya nasabah. Kami tidak menahan dana mereka. Hanya saja untuk dana dalam jumlah besar, perlu ada konfirmasi terlebih dahulu," jelas Deddy.
Namun, Silvia mempertanyakan berapa lama proses konfirmasi tersebut. Sebab, ia segera ingin menggunakan dananya untuk kebutuhan pribadinya.
"Tapi tidak bisa. Semuanya tertahan. Penarikan dana sepertinya dibatasi," jelas Silvia.
Apa yang menjadi masalah Silvia, rupanya menjadi masalah banyak nasabah lainnya. Gunawan, nasabah Century yang sekaligus menjadi koordinator swadaya pengaduan nasabah masalah reksa dana Antaboga menceritakan juga masalah senada.
"Penarikan dalam dolar itu dibatasi. Setahu saya maksimal US$ 5.000 satu hari. Itu pun tidak semua nasabah bisa melakukannya," ujar Gunawan kepada detikFinance di Plaza Senayan hari ini.
Gunawan mewakili nasabah Century secara keseluruhan mengatakan perlu ada tindakan jelas dari manajemen Century soal masalah-masalah di atas.
"Sekarang bank ini dalam masalah besar. Nasabah sudah tidak lagi percaya. Tapi masih ditutup-tutupi. Seharusnya manajemen bisa lebih terbuka dan memberi tindakan jelas mengenai masalah-masalah tersebut. Kalau tidak bagaimana bank ini mau bertahan," papar Gunawan. (dro/ir)











































