"Kami sedang mengkaji pemangkasan suku bunga kredit di 2009," ujar Consumer Finance Business Head CitifinanCial, Djamin Nainggolan di Citi Tower, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
Saat ini suku bunga kredit CitiFinancial berkisar antara 1,56% hingga 3% per bulan. Namun seiring dengan penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan Fed Fund Rate (FFR), perseroan mengkaji memangkas batas atas suku bunga kredit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain karena didorong oleh pemangkasan BI Rate dan FFR, kebijakan tersebut dikaji perseroan sebagai strategi untuk menghadapi kelanjutan krisis ekonomi global di 2009.
"Kami masih mencermati apa yang akan terjadi di 2009. Berbagai langkah antisipatif masih disiapkan," ujar Djamin.
Kendati krisis diperkirakan masih berlanjut tahun depan, Djamin tetap optimistis sektor UKM masih akan tumbuh, sehingga kucuran kredit CitiFinancial ke sektor ini tidak terhambat.
"Kami tetap yakin sektor UKM tetap tumbuh tahun depan, karena justru dalam kondisi seperti ini, sektor UKM memiliki prospek untuk tumbuh," jelas Djamin.
Djamin mengatakan, CitiFinancial menargetkan pertumbuhan kucuran kredit ke sektor UKM sebesar 20% tahun depan, angka yang sama dengan pertumbuhan tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya.
"Growth kredit ke UKM kami targetkan tetap 20% tahun depan," ujarnya.
Kendati bersikap optimistis, Djamin menyatakan bahwa tahun depan perseroan tidak akan terlalu gencar dalam menambah jumlah nasabahnya. Fokus perseroan mengkonsolidasikan nasabah yang sudah ada.
"Tahun depan, dengan kondisi seperti ini kami memilih fokus membina dan mengkonsolidasikan nasabah yang sudah ada. Penambahan nasabah tidak terlalu difokuskan," ujar Djamin.
Saat ini jumlah nasabah CitiFinancial sebanyak 100 ribu nasabah, dimana sebanyak 50% adalah nasabah UKM. "Jadi tahun depan, kami akan fokus tingkatkan kucuran kredit ke nasabah yang sudah ada dulu, bukan fokus mencari nasabah baru," jelas Djamin. (dro/ir)











































