Nasabah Pentingkan Kualitas Bank untuk Taruh Dana

Nasabah Pentingkan Kualitas Bank untuk Taruh Dana

- detikFinance
Sabtu, 20 Des 2008 10:17 WIB
Nasabah Pentingkan Kualitas Bank untuk Taruh Dana
Bogor - Nasabah akan terus mencari bank-bank yang memiliki kualitas tinggi. Jika ada penurunan performa maka masyarakat akan melakukan flight to quality atau lari ke bank yang lebih berkualitas. Tidak peduli bank itu besar atau kecil yang penting berkualitas.

Flight to quality ini bukan semata-mata migrasi dana pihak ketiga (DPK) dari bank-bank kecil ke bank besar, tapi dari bank yang dipersepsikan masyarakat banknya itu tidak sehat atau kurang sehat ke bank-bank yang diyakini lebih sehat.

"Jadi tidak peduli itu bank besar atau kecil. Tapi yang terpenting adalah sehat atau tidaknya bank itu supaya nasabah merasa aman menaruh dananya di Bank itu," ungkap Ekonom BNI Ryan kiryanto usai media work shop Indonesia Exim Bank 'The Transformation Has Begun' di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat,Jumat (19/12/2008) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Ryan menjelaskan untuk DPK perbankan pada 2009 diprediksi akan tetap tumbuh yaitu sekitar 12-14 persen itu DPK. "Karena begitu nanti indeks bursa saham itu mengalami bullish, itukan anda akan menarik duit anda dan anda akan placement beli saham  misalnya Bumi Resources dan itu akan menjadi pesaing bank-bank untuk mengalang dana," jelasnya.

Di tahun 2009, imbuh Ryan ada beberapa titik kritis yang harus diwaspadai dunia perbankan. Soal likuiditas masih menjadi problem utama karena banyak surat utang dalam USD yang jatuh tempo di tahun depan.

"Sehingga jelas kebutuhan likuiditas dialah akan meningkat. Sedangkan untuk rupiah kalau pemerintah masih menyicil dalam menyerap anggaran maka likuiditas makin seret," jelasnya.

Ancaman gelombang PHK massal, juga harus menjadi hal yang harus diwaspadai sebab ini akan menggerus daya beli masyarakat. "Sehingga ancaman NPL akan tinggi terutama untuk kredit konsumsi. Kalau sekarang kan rate nya sekitar 1 koma, mungkin tahun depan masih di bawah 5 persen, tapi bisa naik 2,5 - 3 persen," ungkapnya.

Tekanan NPL dan likuiditas tersebut, tutur Ryan, tentunya akan mempengaruhi nett interest margin. "Perang suku bunga deposito kemarin terjadi, saya lihat net interest marginnya ada yang turun dari 6,3 persen menjadi 6,1 persen dan ada 10,6 persen menjadi 10,1 persen karena cost of fund masih mahal sehingga net interest margin ini tergerus.  Di 2009 Nett interest margin akan kembali normal jika gelontoran anggaran pemerintah lancar," ungkapnya.

Ryan menambahkan di tahun depan bank-bank juga harus memperbaiki struktur pembiayaannya. "Sebab saat ini time deposit perbankan tidak jangka panjang hanya 1-3 bulan sehingga struktur fundingnya tidak memacu proyek jangka panjang, ini yang mismatch," paparnya. (epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads