Hal ini dikatakan oleh Gubernur BI Boediono dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
"Indikator-indikator awal menunjukkan pertumbuhan ekonomi di 2009 akan melambat terutama dikarenakan permintaan yang melambat. Selain itu kredit perbankan juga akan melambat, sehingga laju pertumbuhan ekonomi di 2009 menurut BI berada sekitar 4-5%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tekanan inflasi terus menurun karena penurunan harga komoditi, harga pangan dan penurunan harga energi di dunia. Selain itu produksi pangan dalam negeri yang baik," jelasnya.
"Terlihat pada Desember 2008 terjadi deflasi 0,04%, sesuatu yang langka terjadi di masa lampau, dan 2008 inflasi keseluruhan 11,06%," lanjutnya.
Dengan tingkat inflasi yang rendah di 2009, Boediono mengatakan ruang penurunan BI Rate kembali terbuka. "Ruang BI Rate ke depan, kalau inflasi ke 5%, ruang itu ada. Tapi kan kita lihat bagaimana ke depan, semua berjalan bertahap, tergantung inflasi dan juga kondisi sektor riil," pungkasnya.
(dnl/lih)











































