Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah mengatakan penurunan suku bunga kredit bank belum akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini karena perbankan nasional khususnya bank-bank besar sebagai market leader di sektor kredit masih akan beradaptasi dengan kondisi perekonomian yang terjadi saat ini.
"Pasar kredit itu memang masih dikuasai market leader. Selama market leader itu masih beradaptasi dengan situasi perkembangan ekonomi saat ini, nampaknya penurunan suku bunga kredit belum akan kelihatan meskipun BI Rate turun. Suku bunga kredit mestinya harus turun dalam 3-4 bulan ke depan," tuturnya ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu malam (7/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat keseluruhan karena kredit tumbuh 18-20% di 2009, NPL di 5% pada 2009 dengan asumsi tidak terdapat penambahan modal yang besar di 2009, CAR perbankan bisa turun ke 14,3% di 2009 dari 16,4% di 2008," ujarnya.Β Β
Namun, menurutnya apabila kondisi perekonomian Indonesia di 2009 membaik, itu akan meningkatkan kepercayaan para pemodal bank dan CAR tidak akan turun.
"Lalu kalau kita segera terapkan, misalkan aturan tambahan modal apabila bank diminta untuk menambah cushion atau bantalan untuk risiko operasional atau risiko likuditas dalam rangka basel II, berarti CAR minimum 8% tidak cukup. Itu juga bisa membantu penguatan modal bank," jelasnya.
(dnl/lih)











































