Β
Hal ini dikatakan Aviliania dalam Knowledge Sharing PT Permodalan Nasional Madani dengan tema Economic Up date and Over View 2008 - Outlook 2009, Dampak dan Strategi Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, di Gedung Arthaloka, Jalan Jenderal Sudirman,Jakarta, Jumat (9/1/2009).
Β
"Kalau dinegara lainΒ suku bunga bank sentral bahkan sudah ada yang nol persen. Masa negara lain syariah sedangkan kita masih kapitalis. Jadi BI masih mungkin turunkan BI Rate 7,5 persen," ujar Aviliani.
Β
Menurut Aviliani, kondisi ekonomi, sosial dan politik Indonesia saat ini sangat mendukung untuk penurunan BI Rate ke level 7,5%. Terutama untuk kondisi politik, Indonesia bisa dikatakan relatif lebih baik dari negara Asia lainnya.
"Dari segi politik Indonesia paling aman dibanding negara lain seperti Malaysia, Filiphina dan Taiwan. Perbankan kita juga aman karena tidak ada yang di-bailout," ungkap Komisaris Independen BRI ini.
Β
Sementara itu, Komisaris Utama PT PNM Hermanto Siregar pun menyatakan turunnya BI Rate sebesar 50 basis menjadi 8,75% masih jauh dari ideal. Ekspektasi Hermanto bahkan lebih rendah lagi, yaitu 7%.
"Idealnya 7 persen dan sebenarnya penurunannya sudah dimulai sejak Oktober 2008 sebab kalau diturunkan secara tiba-tiba tidak akan berpengaruh," ungkap wakil Rektor IPB ini.
Β
Hermanto menambahkan dengan BI rate 7% dan angka inflasi satu digit, maka ia optimisΒ pertumbuhan ekonomi bisa dibawah dari apa yang ditargetkan pemerintah tahun ini yaitu 5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Pencapaian tersebut, imbuh Hermanto juga harus didukung pertumbuhan konsumsi 5,4% dan investasi 3,4%. "Dan impor lebih rendah dari ekspor," tandasnya. (epi/lih)











































