Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga usai acara Executive BUMN Breakfast Meeting di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (29/1/2009).
"Yang kami lakukan sekarang adalah mereview resiko dari proyek tersebut. Intinya kami siap masuk," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, saat ini tim manajemen risiko perseroan sedang malkukan pengkajian untuk porsi yang akan dibeli oleh perseroan.
"Kalau sekitar Rp 50 miliar sebetulnya kami bisa tapi kan harus dilihat dari resikonya, kan biasanya hubungan antara risk dan return-nya besar. Tapi secara prinsip cocok dalam kondisi pasar modal seperti ini," imbuhnya.
Menurutnya, investasi tersebut return-nya bisa lebih besar jika dibandingkan dengan bunga obligasi atau deposito, namun dengan risiko yang cukup besar juga.
"Ya, Rp 50 miliar relatif bisa lah. Nanti kami kaji lagi lah, belum tentu kami akan masuk dengan RP 50 miliar," jelasnya
Sebelumnya, Bahana mengharapkan dapat meraup dana Rp 50 miliar dari perusahaan BUMN pada produk reksa dana tersebut. Pada penawaran tahap pertama Desember 2008, reksa dana tersebut berhasil menggenjot dana investasi Rp 265 miliar dari yang ditargetkan Rp 325 miliar.
(ang/qom)










































