"Cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2009 tercatat sebesar USD 50,9 miliar atau setara dengan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah," Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dyah NK Makhijani dalam siaran persnya, Rabu (4/2/2009).
Perbandingan cadangan devisa Indonesia sepanjang tahun 2008 adalah:
- Akhir Januari : US$ 55,999 Miliar
- Akhir Februari :US$ 67,125 Miliar
- Akhir Maret : US$ 58,987 Miliar
- Akhir April: US$ 58,770 Miliar
- Akhir Mei: US$ 57,464 Miliar
- Akhir Juni: US$ 59,453 Miliar
- Akhir Juli : US$ 60,563 Miliar
- Akhir Agustus: US$ 58,358 Miliar
- Akhir September: US$ 57,108 Miliar
- Akhir Oktober: US$ 50,580 Miliar
- Akhir November: US$ 50,181 Miliar
- Akhir Desember: US$ 51,639 Miliar.
Gubernur BI Boediono sebelumnya memperkirakan cadangan devisa Indonesia hingga akhir 2008 bisa mencapai US$ 51 miliar. Jika pemilu berjalan sukses dan menghasilkan pemerintahan yang stabil, maka diharapkan dana-dana asing yang diparkir di luar negeri bisa kembali ke tanah air.
(qom/qom)










































