Hal ini dikatakan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat malam (13/2/2009).
"10 ribu MW ini kan yang pertama, ada beberapa terutama yang di luar Jawa pendanaannya darimana. Pendanaan dalam negeri ini cukup kuat, karena ada beberapa contoh di pembangkit-pembangkit listrik yang kecil-kecil di luar Jawa-Bali, itu didanai oleh perbankan dalam negeri. Sekarang dalam keadaan krisis seperti ini, kita lebih melihat pendanaan dalam negeri," tuturnya.
Purnomo mengatakan dengan pengalaman-pengalaman tersebut, dalam keadaan krisis perbankan dalam negeri diharapkan dapat membantu proyek tersebut. "Kan bank dalam negeri banyak, mereka sanggup kok," imbuhnya.
Selain proyek 10 ribu MW Tahap I, Purnomo mengatakan pemerintah juga mempersiapkan pendanaan proyek 10 ribu MW Tahap II.
"Kalau 10 ribu MW Tahap II, skemanya pakai IPP (Independent Power Plant) atau swasta," jelasnya.
Purnomo menjelaskan untuk porsi pendanaan proyek 10 ribu MW Tahap II ini, PLN porsinya sekitar 30 hingga 40%, sementara sisanya adalah swasta melalui IPP ini. "Kalau untuk 10 ribu MW itu investasinya kurang lebih Rp 100 triliun," imbuhnya.
"Jadi bagaimaan kita bisa men-speed up pelaksanaan proyek-proyek itu (10 ribu MW Tahap I dan II), karena memang ada hal yang mesti kita selesaikan," tukasnya. (dnl/ir)











































