"Saya bingung. Kok bisa-bisanya pak Maryono bilang seperti itu," ujar Siput koordinator nasabah BCIC untuk seluruh Indonesia saat dihubungi detikFinance, Minggu (15/2/2009).
Apalagi, Siput melanjutkan, Maryono menyatakan masih harus menunggu hasil visum soal kematian Sayuti Michael yang bunuh diri dengan cara meloncat dari Hotel Abadi Jambi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan harus dipastikan dulu, harus divisum apakah dia benar-benar meninggal karena itu (bunuh diri) atau yang lain. Yang jelas sepengetahuan kami dia bukan nasabah Bank century tapi Antaboga," ujar Maryono.
Sementara Komisi XI DPR RI sudah menegaskan bahwa masalah BCIC dan Antaboga tidak bisa dipisahkan. Keduanya merupakan masalah yang saling terkait satu sama lain dan sudah terindikasi jelas bahwa BCIC memasarkan produk Antaboga secara institusional, bukan dilakukan oleh oknum semata.
"Pokoknya kita minta masalah ini segera selesai. Jelas-jelas ini dilakukan oleh BCIC, kok tidak mau bertanggung jawab," ujar Ating, koordinator nasabah BCIC Jambi saat dihubungi detikFinance.
"Darah sudah mengalir, kok masih lepas tanggung jawab," ujar Gunawan, koordinator nasabah BCIC Jakarta.
Sayuti merupakan salah seorang korban penipuan produk reksa dana Antaboga yang dipasarkan oleh Bank Century. Kerugian Sayuti diperkirakan sebesar Rp 125 juta. (dro/ir)











































