Sebuah sumber yang dikutip Reuters, Jumat (27/2/2009) mengungkapkan, untuk global MTN berjangka 5 tahun sebesar US$ 1 miliar dijual pada harga 99,455 dengan kupon 10,375% dan yield 10,50%.
Sementara untuk Global MTN berjangka 10 tahun senilai US$ 2 miliar, dijual pada harga 99,276 dengan kupon 11,625% dan yield 11,75%. Belum ada keterangan resmi dari pemerintah Indonesia terkait penerbitan obligasi global ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan obligasi global Indonesia ini dilakukan di tengah kelesuan pasar, namun tetap mendapat minat yang tinggi. Penerbitan obligasi global sebelumnya telah dilakukan oleh sejumlah negara seperti Meksiko. Negara-negara ini memanfaatkan situasi pasar, dimana investor sedang mencari tempat investasi dengan yield tinggi untuk mengkompensasi lesunya pasar saham.
Indonesia kini tercatat memiliki peringkat "BB" dari Standard & Poor's dan "Ba3" dari Moody's Investor Services. Kedua peringkat itu hanya tiga notches di bawah status investment grade. Sementara Fitch Ratings memberikan peringkat "BB", atau satu notches lebih tinggi. Semua peringkat tersebut memiliki outlook stabil.
"Indonesia masih memiliki sejarah yang bagus dan mendorong. Indonesia mengelola utangnya dengan sangat baik dan telah membangun basis investor internasional. Cadangan devisa Indonesia juga terus menambah," ujar Brayan Lai, analis dari Calyon di Hong Kong seperti dikutip dari Reuters.
"Berbicara tentang titik risiko, kami terus percaya bahwa Indonesia akan mendapatkan keuntungan dari terisolasinya mereka, dibandingkan dengan Filipina yang lebih terekspos oleh siklus global," tambahnya lagi.
(qom/ir)











































