Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (27/2/2009).
"Kita dalam penerbitan itu ada 2 tujuan. Pertama untuk APBN, kedua untuk cadangan devisa," ujarnya.
Di tengah situasi pasar keuangan global yang masih guncang, Anggito mengatakan penerbitan Global MTN tersebut termasuk sukses. Artinya dari jumlah penawaran yang masuk US$ 7 miliar, yang diambil US$ 3 miliar atau terjadi dua kali oversubscribed. Dari segi yield (imbal hasil) Anggito juga mengatakan sudah sesuai dengan benchmark pemerintah.
"Kalau kita hitung target awal kan hanya US$ 1,5-2 miliar wajar. Kalau kita lihat, premium kita masih di bawah emerging markets sovereign yang lain. Yang 10 tahun juga demikian sehingga dapat yakin bahwa penerbitan global bond tadi malam itu tetap merupakan transaksi yang bagus," tuturnya.
Penyelesaian pembayaran (setelmen) dari penerbitan Global MTN ini dikatakan Anggito akan selesai dalam waktu satu minggu. "Itu akan langsung menambah cadangan devisa kita US$ 3 miliar," imbuhnya.
Dengan bertambahnya cadangan devisa dari penerbitan Global MTN ini Anggito berharap akan timbul kepercayaan diri dari pelaku pasar keuangan di Indonesia.
"Karena kita memiliki cadangan devisa yang defendable, bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan valas, baik untuk bayar utang korporasi, utang pemerintah, untuk bayar impor barang-barang modal sehingga itu bisa tahan terhadap kebutuhan-kebutuhan valas ke depan," ujarnya.
(dnl/qom)










































