Bank BUMN Kelebihan Dana Valas

Bank BUMN Kelebihan Dana Valas

- detikFinance
Jumat, 27 Feb 2009 15:40 WIB
Bank BUMN Kelebihan Dana Valas
Jakarta - Bank-bank BUMN saat ini mengalami kelebihan dana valas (valuta asing). Namun Bank Indonesia mengingatkan bank BUMN tidak boleh memegang valas yang terlalu besar yakni maksimal 20%.

"Bank BUMN kelebihan dana valas. Bank itu pada dasarnya kan tidak boleh memegang posisi valas yang terlalu besar, maksimal 20% dari modalnya ketentuannya kan seperti itu. Dia memiliki ruang gerak di sekitar itu," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (27/2/2009).

Halim juga mengatakan rasio dana terhadap kredit (LDR) untuk kredit valas perbankan cukup bagus. "Kalau di atas itu (80%) bagus kan. Terlalu tinggi dan angka itu masih normal, justru kalau terlalu rendah kan terlalu banyak uang berlebih," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Halim, jika dirata-rata seluruh bank maka posisi dana valas masih rendah dengan net open position 5%. Apalagi bank-bank pemerintah dan swasta tidak terlalu aktif membiayai valas karena pembiayaan valas yang besar-besar masih dilakukan oleh bank asing.

Menurutnya, bank-bank yang kelebihan likuiditas biasanya menyimpan dananya di SBI atau SUN. Β 

Halim menilai himbauan pemerintah agar bank BUMN menambah modalnya adalah strategi agar bank-bank pemerintah menjadi lebih sehat.

"Jadi ini kelihatannya, strategi pemerintah sebagai pemilik menginginkan bank BUMN menjadi lebih sehat karena ada gambaran tahun ini masih belum menentu," tuturnya.

Sebelumnya Menneg BUMN Sofyan Djalil menghimbau seluruh bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan modalnya tahun ini. Penambahan modal diperlukan untuk menghadapi masa krisis yang masih akan melanda di tahun 2009 ini.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads