Manulife Luncurkan Unit Syariah April

Manulife Luncurkan Unit Syariah April

- detikFinance
Senin, 16 Mar 2009 15:03 WIB
Manulife Luncurkan Unit Syariah April
Jakarta - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife) akan segera meluncurkan unit syariahnya pada bulan April 2009 ini.
    
Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Presiden Direktur Manulife Indonesia, Adi Purnomo, dalam acara penandatanganan MoU dengan PT BISMA di Gedung Sampoerna Strategic, Kuningan, Jakarta, Senin (16/3/2009).
    
"Kita lagi proses, dan sudah izin ke menteri keuangan untuk buka unit syariah, dan saat ini kita sedang tunggu respons dari Bapepam-LK, Bulan April ini  bisa launching," ujarnya.
    
Adi menjelaskan bahwa produknya sudah siap dan bisnis asuransi syariah mempunyai potensi yang baik kedepannya.
    
"Kita targetkan premi asuransi syariah sampai Rp 25 miliar, walapun jika dilihat memang tidak besar," jelasnya.
    
Adi menambahkan bahwa untuk setoran modal awal yaitu sebesar Rp 25 miliar dan preminya regular. "Manulife sudah matang dalam prinsip syariah dan administrasi keuangan," pungkasnya.

Bantuan Program UMKM NAD


PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife) melalui Yayasan Manulife Peduli (YMP) bersama PT Bina Insan Sejahtera Mandiri (BISMA), memberikan bantuan program pengembangan kredit mikro bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebesar Rp 1 miliar.
    
"Dana ini untuk mendukung UMKM yang membutuhkan tambahan modal kerja, dan  akan dikelola selama 3 tahun," kata Presiden Direktur Manulife Indonesia David Beynon.

Wakil Presiden Direktur Manulife Indonesia, Adi Purnomo, mengatakan bahwa program ini dapat diakses oleh para wirausaha mikro kecil dan menengah melalui berbagai lembaga keuangan yang berkomitmen untuk mengembangkan usaha mikro berkelanjutan. Untuk tahap awal, pendanaan akan diberikan pada sekitar 250 UMKM.
    
"Bantuan untuk kredit mikro ini, lanjut Adi merupakan tahap pertama dan diberikan bagi UMKM yang memang tidak terjangkau oleh perbankan," jelas Adi.
    
Bunganya, lanjut Adi, bukan semata-mata untuk komersial, namun nantinya dari bunga tersebut akan terus bergulir seperti roda yang akan dibuat untuk bantuan lagi dan merupakan lanjutan dari tahapan bantuan ini.
    
"Satu miliar rupiah ini hanya untuk tahap yang pertama, nantinya akan ada bantuan-bantuan lain lagi dari kami," pungkasnya

(dru/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads