Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani
ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (16/3/2009).
"Kalau ada masalah di ekonominya. berarti perusahaan-perusahaan (perbankan) ini
mengalami situasi ekonomi yang tidak baik. Mungkin mereka memerlukan rollover,
penjaminan, atau membutuhkan brake, ini akan kita lihat kebutuhannya," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani mengatakan setiap minggu dan setiap bulan pemerintah akan memonitor dan
meneliti masalah yang dihadapi perbankan yang menyebabkan tersendatnya arus kucuran
kredit.
"Nanti kita akan lihat apa masih ada policy respond yang dibutuhkan. Saya tidak mau
obral mau begini atau begitu, pokoknya setiap bulan atau setiap minggu saya akan
melihat perkembangan data dan meneliti masalah. Kalau ada policy yang harus
dilakukan akan kita lakukan," jelasnyanya.
Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan dalam pengucuran kredit di saat krisis saat
ini, perbankan juga harus melihat faktor kesehatannya agar tidak menimbulkan masalah
yang lebih besar.
"Jangan sampai bank itu mengalami ketidaksehatan karena kalau itu terjadi bisa
menimbulkan masalah besar. Jadi bank itu harus sehat dan mampu bertahan dalam
kondisi ekonomi yang berubah," ujarnya.
"Prinsip kedua dengan space dia bank harus tetap bisa melakukan aktivitas lending tentu tanpa membuat dirinya menjadi sakit. Nah kita akan lihat persoalannya di mana, kalau likuiditas tentu tidak. Tapi beberapa bank mungkin akan berbeda-beda, ada yang likuiditasnya banyak, ada yang pas-pasan itu treatmentnya tidak bisa sama. Jadi semuanya disamakan, kita akan lihat situasi dan kondisi," pungkasnya.
(dnl/qom)










































