Presiden Obama telah mengekskpresikan kekecewaannya seputar bonus yang akan dibagikan AIG untuk para karyawannya. Obama juga telah memerintahkan bawahannya untuk mengambil seluruh langkah yang perlu untuk menghentikan pemberian bonus itu.
Obama merasa sesak nafas karena kemarahan seputar bonus para eksekutif, yang merupakan isu panas di tengah resesi yang semakan dalam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah AS secara total telah menyuntikkan US$ 180 miliar atau lebih dari 3 kali lipat cadangan devisa Indonesia, guna menyelamatkan AIG. Tanpa dana talangan itu, AIG bisa bangkrut. Namun isu panas muncul karena AIG tetap berniat membagikan bonus hingga jutaan dolar dengan alasan sudah terikat kontrak.
Departemen Keuangan AS pun berniat untuk memodifikasi rencana bailout US$ 30 miliar dalam rangka menahan pemberian bonus tersebut. Menurut sumber Reuters, Depkeu AS berniat mencantumkan provisi baru dalam syarat bailout AIG yang telah diumumkan 2 Maret lalu.
Sementara Jaksa Agung Andrew Cuomo menyatakan bahwa dirinya telah melayangkan panggilan tertulis kepada AIG guna meminta informasi tersebut. Termasuk nama-nama yang akan mendapatkan bonus.
Cuomo juga menyatakan pihaknya akan mengusut apakah pembayaran bonus AIG itu secara kontrak diperlukan atau bisa dihindari dengan berlandaskan UU di New York.
(qom/qom)











































