"Kondisi perekonomian terus memburuk dengan signifikan dan sepertinya akan terus memburuk dalam beberapa waktu ke depan," demikian pernyataan dari BoJ seperti dikutip dari AFP, Rabu (18/3/2009).
Langkah darurat yang diambil adalah dengan menggenjot pembelian obligasi pemerintah sehingga likuiditas di pasar bisa terus bertambah. Langkah ini diambil karena perekonomian Jepang sedang menghadapi resesi terburuk sejak Perang Dunia II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepertinya pasar masih akan berada di bawah tekanan pada tahun fiskal baru (yang akan dimulai April) mengingat kondisi finansial dan ekonomi terkini," tambah BoJ.
Sehari sebelum pengumuman ini, BoJ menyatakan akan memberikan pinjaman hingga 1 triliun yen kepada bank-bank komersial untuk menutupi utang-utang yang berisiko.
Perekonomian Jepang kini memang sedang menghadapi badai resesi terburuk sejak 35 tahun terakhir pada kuartal IV-2008. Secara tahunan, ekonomi Jepang tumbuh 12,1%.
BoJ menyatakan bahwa perekonomian akan mulai pulih pada semester II tahun fiskal 2010. Namun BoJ tetap mengingatkan ketidakpastian yang signifikan seputar outlook itu.
(qom/ir)











































