Sampai dengan 19 Maret 2009 jumlah kepemilikan asing di SUN adalah Rp 78,9 triliun dari total SUN yang diterbitkan sebesar Rp 544,66 triliun.
Demikian data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang yang dilansir detikFinance, Sabtu (21/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Bank Rp 276,86 triliun (Rp 276,44 triliun)
- BI Rp 22,71 triliun (Rp 22,76 triliun)
- Reksadana Rp 245,09 triliun (Rp 245,46 triliun)
- Asuransi Rp 59,73 triliun (Rp 59,64 triliun)
- Asing Rp 78,9 triliun (Rp 79,27 triliun)
- Dana Pensiun Rp 34,57 triliun (Rp 34,6 triliun)
- Sekuritas Rp 590 miliar (Rp 590 miliar
- Lain-lain Rp 35,97 triliun (35,96 triliun)
Sebelumnya, Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto pernah mengatakan ada tiga faktor yang mempengaruhi turunnya kepemilikan asing di SUN seiring kondisi krisis ekonomi global yang meningkatkan risiko di negara berkembang termasuk Indonesia.
Ketiga faktor itu, pertama proses deleveraging masih berlangsung dimana investor yang mengalami kesulitan likuiditas, melepas atau menjual sebagian aset dalam bentuk surat berharga, terutama yang diterbitkan emerging countries termasuk Indonesia, agar bisa melunasi utangnya.
Β
Kedua, investor mengurangi currency risk exposure karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang cenderung melemah. Ketiga telah terjadi flight to quality karena pasar global masih volatile dan penuh ketidakpastian sehingga investor asing lebih memilih untuk memiliki US Treasury Securities yang dianggap aman
(dnl/dnl)











































