Beberapa obligor lama yang masih dikejar adalah PT Domba Mas, Suba Indah dan Benua Indah.
Β
Menurut Direktur Pengelolaan Aset Bank Mandiri Abdul Rachman, salah satu yang sedang menguras perhatian BUMN perbankan ini adalah negosiasi dengan satu investor asing yang akan mengambil alih utang PT Domba Mas.
"Kita lagi negosiasi dengan satu investor asing yang mau ambil alih utang-utang Domba Mas dengan cara membeli aset-aset Domba Mas," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya pada akhir 2008 sudah ada beberapa bank asing berminat ambil alih utang Domba Mas tapi karena tiba-tiba kondisi perbankan di sana ambruk, jadi mereka mundur. Tapi sekarang kita nego dengan investor asing juga. Kita harap tahun ini bisa," katanya.
Obligor lainnya yang masih diproses adalah Suba Indah dan Jayanti. Utang Suba Indah sudah dilelang sebagian, sementara Jayanti sudah selesai sejak akhir tahun lalu.
"Sedangkan restrukturisasi utang Bosowa kemarin realisasinya cukup bagus. Kalau untuk Benua Indah Grup itu kita masih kejar terus. Mereka ini nggak bisa dilepas begitu saja. Karena secara hukum mereka sudah ditetapkan salah tapi mereka masih terus menghindar. Proses lelang yang harusnya dimulai maret agak sedikit terhambat," katanya.
(lih/qom)











































