Demikian laporan keuangan Jasindo per 31 Desember 2008 (audit) dalam keterangan pers yang disiarkan Rabu (1/4/2009).
Β
Selain itu, Jasindo juga membukukan laba bersih (setelah pajak) 2008 sebesar Rp 120,230 miliar atau mengalami kenaikan 26,64% dari tahun 2007 lalu yang hanya mencapai Rp 94,939 miliar.
Β
Laba sebelum pajak (EBT) perseroan juga naik dari Rp 104,633 miliar menjadi Rp 163,544 miliar atau naik 56,26%, sedangkan laba setelah pajak (EAT) naik 26,64% dari Rp 94,939 miliar menjadi Rp 120,230 miliar.
Β
Premi bruto yang diraup Jasindo juga naik 20,19% di 2008, dari Rp 2,161 triliun di 2007 menjadi Rp 2,597 triliun. Jika dilihat komposisi antara premi korporasi dengan ritel di 2008, porsi ritel naik dari Rp 468,71 miliar menjadi Rp 524,001 miliar sedangkan porsi korporasi meningkat dari Rp 1,692 triliun menjadi Rp 2,07 triliun.
Β
Sementara itu, premi netto 2008 meningkat 23,06% dari Rp 655,34 miliar di 2007 menjadi Rp 806,503 miliar di 2008 atau naik Rp 151,2 miliar. Diantaranya ada peningkatan premi netto pada ritel sebesar 12%,77% dari Rp 312,92 miliar (2007) menjadi Rp 352,87 miliar (2008), untuk korporasi naik 32,47% dari Rp 342,42 miliar (2007) menjadi Rp 453,63 miliar (2008).
Β
Sedangkan untuk underwriting netto di 2008 meningkat 128,47% dari Rp 86,098 miliar menjadi Rp 196,705 miliar.dibantah Bambang Gatot
Dalam waktu dekat akan ketemu. Karena kita kan harus membicarakan soal harga divestasi yang 2008 dan 2009, itu kan blm ada kesepakatan bersama. bisa juga minggu depan bisa juga nanti. blm ada kesepakatan waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencapaian premi PT Asuransi Jasa Indonesia/Jasindo (Persero) diperkirakan akan mengalami stagnasi di 2009. Perseroan masih mempertimbangkan kondisi tahun ini, sehingga tidak mematok pencapain premi maupun laba yang meningkat signifikan pada dibandingkan tahun 2008 lalu.
Β
"Produksi premi mempertimbangkan kondisi di 2009, relatif tidak banyak pertumbuhan relatif sama Rp 2,6 triliun (dengan 2008) sesuai dengan ketetapan RUPS," jelas Direktur Utama PT Jasindo Eko Budiwiyono.
Β
Mengenai portofolio investasi pada 2009, Eko menjelaskan bahwa Jasindo akan tetap lebih dominan dalam keranjang deposito (50%), obligasi (20%) dan penyertaan langsung 30%.
Β
"Kita belum merevisi target sesuai dengan RUPS di 2009 memiliki sasaran laba setelah pajak Rp 130 miliar," imbuhnya.
Β
Premi bruto Jasindo mengalami kenaikan 20,19% di 2008 dari Rp 2,161 triliun di 2007 menjadi Rp 2,597 triliun. Jika dilihat komposisi antara premi korporasi dengan ritel di 2008, porsi ritel naik dari Rp 468,71 miliar menjadi Rp 524,001 miliar sedangkan porsi korporasi meningkat dari Rp 1,692 triliun menjadi Rp 2,07 triliun.
Β
Sementara itu, premi netto 2008 meningkat 23,06% dari Rp 655,34 miliar menjadi Rp 806,503 miliar atau naik Rp 151,2 miliar. Diantaranya peningkatan premi netto pada ritel sebesar 12%,77% dari Rp 312,92 miliar menjadi Rp 352,87 miliar, untuk korporasi naik 32,47% dari Rp 342,42 miliar menjadi Rp 453,63 miliar.
Β
Sedangkan untuk laba sebelum pajak (EBT) naik dari Rp 104,633 miliar menjadi Rp 163,544 miliar atau naik 56,26%, sedangkan laba setelah pajak (EAT) naik 26,64% dari Rp 94,939 miliar menjadi Rp 120,230 miliar.
Β
Kinerja Awal Tahun 2009
Β
Kinerja Jasindo hingga bulan Januari-Februari 2009 mampu membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp 63 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 45 miliar sedangkan premsi produksi mencapai Rp 451 miliar.
Β
"Sampai Februari relatif on the track lah, progres sesuai dengan yang diharapkan, mudah-mudahan bisa berlanjut," jelasnya. (hen/lih)











































