Permintaan kredit baru pada triwulan I-2009 mencatat peningkatan dengan Saldo Bersih Tertimbang 27,5%. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2008 yang sebesar 25,8%.
Untuk jumlah aplikasi kredit yang tidak disetujui bank pada triwulan I-2009 sebesar 15,9%, turun dibandingkan triwulan IV-2008 yang sebesar 19,1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penggunaannya, sebagian besar permintaan kredit baru berupa kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi dan konsumsi. Pada kredit konsumsi, terdapat penurunan permintaan pada kredit kepemilikan kendaraan.
Secara sektoral, responden berpendapat penyaluran kredit pada sektor listrik, gas dan air bersih masih positif dengan SBT 12,6%. Namun angka itu masih lebih rendah dari SBY triwulan IV-2008 yang sebesar 17,8%.
Sementara kredit pada sektor perdagangan, hotel dan restoran mengalami penurunan dari SBT 38,1% di triwulan IV-2008 menjadi minus 21,3% pada triwulan I-2009.
Sektor yang Dihindari Perbankan
Hasil survei perbankan selama triwulan I-2009 juga mengindikasikan perbankan masih menghindari penyaluran kredit kepada beberapa sektor yakni:
1. Sektor industri pengolahan khususnya tekstil atau garmen karena diperkirakan akan terjadi penurunan permintaan dari negara tujuan ekspor dan meningkatnya persaingan di pasar domestik.
2. Sektor transportasi, termasuk pula pemberian kredit kepada perusahaan leasing dan multifinance untuk membiayai pembelian kendaraan bermotor. Hal ini antara lain disebabkan karena tingkat suku bunga yang masih cukup tinggi sehingga mendorong potensi peningkatan NPL.
3. Sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan yang disebabkan turunnya harga beberapa komoditi dan sub sektor peternakan karena risiko tingkat kematian hewan yang masih cukup tinggi. (qom/ir)











































