Hal ini tercermin dalam lelang 3 seri SUN yang dilakukan pemerintah kemarin, dimana
jumlah penawaran yang masuk adalah sebesar Rp14,570 triliun, dan dimenangkan Rp7,450
triliun.
Demikian dikatakan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (15/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ekspektasi pasar bahwa program-program ekonomi maupun 'law and order' akan terjaga
dan berlanjut," tuturnya.
Selain itu juga, kesepakatan negara-negara G20 untuk menyediakan dana sebesar US$
5,5 triliun untuk mengatasi masalah krisis, turut mendorong sentimen positif pasar
SUN.
"Juga penguatan rupiah dan kecenderungan berlanjutnya penurunan suku bunga pasar,"
imbuh Rahmat.
Kemudian kondisi pasar keuangan domestik juga mulai tenang dan stabil karena budget financing (pembiayaan defisit) pemerintah di 2009 sudah aman. Pemerintah sudah mengamankan target pembiayaan defisit 2009 dengan adanya penerbitan GMTN (Global Medium Term Notes) sebesar US$ 3 miliar dan pembiayaan standby loan dari Bank Dunia, ADB, Jepang dan Australia.
Dalam lelang SUN kemarin, Rahmat mengatakan yield (imbal hasil) rata-rata yang masuk masih di bawah benchmark yield yang ditetapkan pemerintah.
"Akumulasi realisasi penerbitan SBN sampai dengan kemarin adalah Rp 73,45 triliun atau 52,62% dari target SUN gross di 2009, di luar penarikan DDO/Deffered Drawdown Option (stand by loan)," pungkasnya.
(dnl/qom)











































